Senin, 20 April 2009

Burhanuddin Andi Masse Pimpin APTISI Sulteng

KETUA APTISI. Usianya masih tergolong muda, tetapi Burhanuddin Andi Masse telah mendapat kepercayaan penuh menjabat Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat Provinsi Sulawesi Tengah periode 2009-2013. Pria kelahiran Poso, 13 September 1969 itu juga menjabat Pembantu Ketua I STMIK Bina Mulia Palu, dan Sekretaris Forum Rektor Sulawesi Tengah. (Foto: Asnawin)

Kopertis Minta 99 Program Studi Ditutup


KOORDINATOR Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah Sulawesi, Prof Dr H Basri Wello MA, menuturkan tahun 2009 ini pihaknya telah mengusulkan sekitar 99 program studi dari 330 program studi yang dimiliki perguruan tinggi yang ada di wilayah kerjanya untuk ditutup. (Foto: Asnawin)

Warning Bagi Prodi Kesehatan


Yayasan Pendidikan Irna Karya (Yapika) Makassar membina beberapa perguruan tinggi dan sekolah menengah. Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Dr M Basri Wello memberi “warning” (peringatan) bahwa jumlah prodi kesehatan kini semakin banyak, sehingga dikhawatirkan kelak terjadi “over production” (produk berlebihan) yang berujung terjadinya pengangguran. (Foto: Asnawin)

DOSEN JANGAN ASYIK SENDIRI


DOSEN. Puluhan dosen dari berbagai perguruan tinggi mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Kopertis Wilayah IX Sulawesi. Dosen diharapkan mampu membuat metode mengajar yang efektif dan menyenangkan. Jangan sampai dosen terlalu asyik dan menikmati mengajar, tetapi ternyata mahasiswa tidak asyik dan tidak menikmati suasana belajar. (Foto: Asnawin)

Pengembara Politik yang Kesepian dan Misterius


Menyebut nama Tan Malaka di masa yang lalu dianggap sesuatu yang tabu dan seakan dilarang untuk diperbincangkan di depan umum. Namun, Tan Malaka di kalangan ahli sejarah politik, dilihat sebagai lima serangkai selaku tokoh revolusi. Mereka yang masuk dalam kategori itu yakni Soekarno, Hatta, Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, dan Tan Malaka. (int)